Janji semerbak kau tabur,
Dinding larangan terlebur.
Kau kata cinta,
aku serah segalanya.
Kekasih,
Pertama kali kulihat,
Aku terus gentar bahagia.
Berkali-kali kutatap,
Aku terus dijadikan santapan.
Oh kekasih,
Manismu cuma sementara,
Sehidup semati bagai bencana.
Kini engkau telah berubah,
Berubah menjadi si bangsat durjana.
Kau si kekasih bangsat,
hilang lesap lepas dapat,
Aku terkulai layu termasuk perangkap.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Cemburu berbaur rindu terikat satu tali berunsur besi di kaki ditambah bebanan diherit herit tatap sepi; termampu mulut dikunci; bisu ...
-
Kenapa? Sebab kita dah dapat agak pada mulanya si watak utama akan derita, then baru lah mengkecapi kebahagiaan, bukan?? Well, Jangan angg...
-
Hi, juni. Jangan cepat cepat ketemu Juli ya. Biar aku hayati kau sepenuhnya. Jangan jadi cilaka ya. Jika tidak, aku bisa tidur selamanya...
No comments:
Post a Comment